Tuesday, October 18, 2011

Tradisi Adu Domba Di Kabupaten Garut

Adu domba memang sangat terkenal di kabupaten Garut, beberapa tempat
yang kerap mengadakan acara ajang unjuk kekuatan tanduk domba ini di
antaranya adalah Cikuray, Leles, Ngamplang, Tarogong, Cilawu, Ranca
Bango, Cipanas dan lain-lain.
Untuk mengikuti ajang ini biasanya para peserta dipungut biaya
pendaftaran, dan untuk memeriahkan suasana, panitia biasanya memainkan
bunyi-bunyian atau jika hajatanya besar dengan peserta yang banyak
panitia akan menghadirkan seorang Sinden dan pemain musiknya untuk
melantunkan tembang khas tanah parahyangan.
Seperti pertandingan tinju, adu domba juga ada wasit, juri dan
peraturanya. Ada beberapa kriteria penilaian selain kekuatan tanduk
yang bisa membuat domba itu menjadi pemenang yaitu jauhnya jarak
mundur saat akan menabrakkan tanduknya, keindahan bulunya serta
kesehatan dan kekuatan badannya.
Biasanya domba-domba yang menjadi pemenang nilai jualnya akan naik.
Namun penyelenggaraan adu domba ini kadang menjadi kontroversi, karena
dari kalangan para pecinta binatang kegiatan ini dianggap sadis, belum
lagi jika dilihat dari kacamata agama.
Untuk mengurangi tekanan dari elemen masyarakat yang kontra dengan
acara adu domba ini, para pelaku ajang ini pun membuat peraturan yang
bisa meminimalisasikan cidera parah pada domba aduan, misalnya dengan
memberhentikan aduan jika salah satu domba terlihat enggan beradu lagi
atau terlihat terluka parah.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...