Friday, April 10, 2015

Ada Apa Dibalik Pemblokiran Situs-Situs Islam?

Di penghujung bulan maret 2015, umat Islam Indonesia dikejutkan oleh pemblokiran yang dilakukan secara tiba-tiba oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) terhadap sekitar 22 situs Islam yang ada di Indonesia. Pemblokiran itu dilakukan setelah menerima rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan alasan situs-situs Islam yang diblokir tersebut mengandung konten radikalisme dan dianggap pro ISIS.
Pemblokiran yang terkesan dilakukan secara asal-asalan dan sembrono ini tentu saja langsung mendapatkan reaksi keras dari kalangan umat Islam, karena dilakukan tanpa melalui prosedur. Selain itu banyak situs-situs Islam yang masuk dalam daftar blokir tidak mengajarkan radikalisme ataupun pro ISIS.
Hal ini tentu menjadi pertanyaan, ada apa dibalik pemblokiran situs-situs Islam atau media-media online Islam tersebut? Tentu saja banyak dugaan dan analisa dari para pengamat mengenai aksi pemblokiran ini. Sebagian pengamat ada yang mengatakan ini seperti sebuah Islamopobia atau ketakutan berlebihan terhadap Islam, dan ada juga yang mengatakan ini karena eksistensi media-media online Islam tersebut dalam menyebarkan fakta dalam pemberitaan yang seringkali berbeda dengan arus media mainstream, seperti kita ketahui sebagian besar media besar di Indonesia saat ini memang pro pada pemerintahan Jokowi-JK, sehingga hampir setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah diberitakan secara positif termasuk pemberitaan yang sebenarnya membebani rakyat seperti kenaikan harga BBM.
Sedangkan di sisi lain, media-media online Islam sangat keras menentang kebijakan-kebijakan pemerintah yang banyak merugikan masyarakat tersebut. Nah di sinilah muncul dugaan kenapa BNPT dan Kemkominfo melakukan pemblokiran terhadap situs-situs Islam tersebut. Di ranah internet, media mainstream walaupun masih terlihat unggul, namun mendapatkan perlawanan yang sangat sengit dari media-media online Islam, sehingga perang opini di dunia internet nampak lebih seimbang, sedangkan di ranah media massa seperti media elektronik dan media cetak, hegemoni media mainstream masih sangat kuat. Maka tak heran media-media online Islam menjadi target untuk digembosi dan dipatahkan eksistensinya. Namun kabar terakhir pasca reaksi keras yang dilakukan oleh berbagai kalangan umat Islam, ada beberapa situs-situs Islam yang telah dibuka kembali pemblokirannya.
Mestinya pemerintah melalui Kemkominfo dan BNPT lebih teliti lagi dan tidak sembrono dalam melakukan pemblokiran, Pemerintahpun harus siap menerima kritik dan perbedaan selama kritiknya itu argumentatif dan konstruktif. Buatlah kebijakan-kebijakan yang pro rakyat, yang tidak membebani kehidupan rakyat, tunaikanlah janji-janji yang pernah diucapkan saat kampanye dulu, jika hal itu dapat dilakukan oleh pemerintah, maka suara-suara atau kritik keras yang bikin gatal telinga akan berkurang dengan sendirinya, termasuk dari media-media Islam dengan catatan tidak mendiskreditkan umat Islam juga tentunya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...