Monday, April 21, 2014

Belajar Senyum Saat Kecewa

Jika seseorang mendapat masalah berupa kesulitan, kekalahan dan kejatuhan maka rasa kecewa, kesal dan marah biasanya akan terjadi pada diri orang tersebut, sesuatu yang manusiawi tentunya. Namun jika seseorang tersebut dapat menerima hal-hal yang tidak mengenakan tersebut dengan rasa sabar dan ikhlas serta diiringi senyum tentu saja akan menjadi hal yang luar biasa. Tidak mudah memang kita tersenyum dalam kekecewaan, perlu belajar dan berlatih dalam memahami masalah dalam kehidupan, dan orang-orang yang memperteguh imannya serta taat dalam beribadahlah yang cenderung memiliki kekuatan mental dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup, sehingga ia tetap bisa tersenyum meski tengah menghadapi masalah dan kekecewaan.

Friday, April 11, 2014

Mencermati Ngawurnya Lembaga-Lembaga Survei

Setelah menyimak hasil quick count pemilihan umum legislatif 2014 ternyata hasil yang diperoleh sangat kontradiktif dengan apa yang dirilis atau diprediksi oleh lembaga-lembaga survei pada saat sebelum pemilu. Pertama, secara bombastis berbagai lembaga survei menyatakan PDIP akan menang dengan perolehan suara sekitar 35 Persen karena Jokowi efek setelah Joko widodo ditetapkan sebagai capres dari PDIP, tapi ternyata hasil yang didapat melalui quick count suara PDIP hanya mencapai 19 Persen lebih. Walau menang, tapi hasil ini sepertinya tidak terlalu menggembirakan bagi kader-kader PDIP karena tidak sesuai ekspektasi Jumlah suara 27 persen.

Kedua, beberapa lembaga survei menyatakan bahwa Jumlah suara partai-partai Islam tidak akan mencapai angka 3,5 persen atau tidak akan lolos Parliamentary Threshold sebagai tiket ke senayan. Hasil survei sebelum pemilu legislatif 9 April dari lembaga survey yang dinilai memiliki kredibilitas menempatkan partai partai Islam pada posisi buncit dengan perolehan suara PKB 3,7 %,
PPP 3,6%, PAN 3,3 %, PKS 2,2 %, PBB 0,7 % (Survey Lingkaran Survei Indonesia dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 2,9% yang dilakukan Januari 2014). Bahkan sejak Juli 2012 CSIS sudah merilis dengan
hasil sebagai berikut PPP 3,0 %, PKB 2,8 %, PKS 2,2 %, PAN 2,0%.( Survei Juli 2012 dengan confidence level 95% dan Margin of error 2.55%). Begitu juga yang dilakukan Saeful Mujani Research and Consulting
(SMRC) yang dirilis februari 2013 memprediksi PKS terjun bebas dengan perolehan suara 2,7
% (Survei yang dirilis Maret 2013 dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 3%).
Tapi lagi-lagi hasil survei lembaga-lembaga tersebut ngawur! Partai-partai Islam kecuali mungkin PBB malah mendapat suara cukup bagus di atas 6 Persen.
Nah pertanyaannya ada apa dengan lembaga-lembaga survei tersebut? Apakah mereka salah dalam menerapkan metodelogi atau mereka dibayar untuk menyudutkan agar partai-partai Islam terdegradasi dari Senayan? Jika lembaga-lembaga survei tersebut adalah lembaga bayaran untuk menyudutkan, sungguh sangat terlalu! Mereka layak dipanggil dengan sebutan "pelacur intelektual" karena rela menggadaikan ilmu akademisinya demi kepentingan politik dan keuntungan finansial.

Monday, April 7, 2014

Saat Wanita Dipercantik Oleh Setan

Di jaman liberal seperti sekarang ini, sudah lazim wanita sangat bebas berkeliaran keluar rumah bahkan di malam hari tanpa didampingi muhrimnya, baik yang masih perawan atau juga yang telah menikah. Efeknya berbagai peristiwa pemerkosaan, seks bebas dan perselingkuhan banyak terjadi dan itu seringkali kita dengar diberbagai macam pemberitaan di negeri ini. Setan memang senang jika ada wanita yang keluar dari rumah, ia akan membuat wanita tersebut menjadi lebih cantik di pandangan laki-laki yang bukan muhrimnya, Rasulullah pernah bersabda dalam hal ini : "Wanita adalah aurat, bila ia keluar rumah maka setan akan mengesankannya amat cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya)." (HR At Tirmizy).

Islam adalah agama yang preventif , agama yang benar-benar melindungi kaum wanita dari hal-hal yang bisa merugikanya, tidak seperti tuduhan kalangan orang-orang liberal dan kaum feminisme yang menyatakan Islam mengekang kebebasan kaum wanita, sungguh tuduhan yang keji dan hanya menampakkan diri sebagai orang yang tidak mau berpikir.

Resiliensi Fans Liverpool Memang Luar Biasa

Pertama kita mesti tahu dulu apa itu Resiliensi agar tidak bingung, kalau yang sudah tahu ya syukur deh hehehe ..
Singkatnya, Resiliensi adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk beradaptasi dan tetap teguh di dalam keadaan yang sulit. Nah kita bisa bayangkan, Liverpool yang sempat merajai sepakbola Inggris bahkan Eropa di era tahun 80-an akhirnya Mulai memasuki masa kelam. Sejak tahun 1990 Liverpool tak pernah merasakan lagi menjadi juara liga Inggris, masih untung beberapa gelar seperti FA dan Carling dapat diraih, bahkan titel bergengsi juara liga Championspun masih sempat didapat diera 90-an dan 2000-an. Namun awan kelam masih juga meliputi Liverpool setelah sempat absen enam tahun dari Liga Champions karena gagal tembus empat besar di liga domestik. Hebatnya fans Liverpool tetap setia dan mendukung tim kesayanganya tersebut dengan semboyan penuh makna "You'll Never Walk Alone" (YNWA) yang artinya "Kamu Tidak Pernah Berjalan Sendirian". Kesabaran dan kesetiaan fans Liverpool rupanya akan terbayar musim ini, karena Liverpool sudah 90 persen berada di zona liga Champions, bahkan Peluang untuk menjadi juarapun masih sangat terbuka walau harus bersaing dengan Manchester City dan Chelsea, dengan catatan mampu memenangkan lima peetandingan sisa. YNWA.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...