Friday, December 28, 2012

Jauhi Iri Hati

Pada umumnya manusia cenderung merasa iri terhadap kelebihan yang
dimiliki orang lain, padahal hal itu tidaklah baik dan hanya merugikan
diri sendiri, karena waktunya habis untuk memikirkan orang
dicemburuinya itu. Padahal jika dipikir-pikir semestinya ikutlah
berbahagia atas kenikmatan yang didapat oleh orang lain tersebut,
contohnya jika ada orang yang diberi kelebihan harta, kemungkinan
besar dia tidak akan menganggu finansial orang lain, justru jika orang
yang diberi kelebihan harta adalah seorang dermawan tentu dia akan
membantu orang yang butuh bantuannya.

Selain itu apapun yang menimpa nasib seseorang, baìk itu dijadikan
orang kaya atau miskin, semuanya itu adalah kehendak Allah yang tidak
bisa dicegah, sementara tugas manusia itu hanya berusaha merubah
nasibnya. Karena bisa saja orang yang dulunya miskin kemudian berubah
menjadi kaya dan demikian pula sebaliknya yang dulunya kaya bisa
menjadi miskin jika Allah menghendakinya. ''Dan Allah melebihkan
sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rizki.'' (QS.
An-Nahl : 71 ).


Kembali ke soal hasud atau iri hati yang hanya menyengsarakan hidup,
hari-hari yang dialami hanya sakit hati. Iri hati tidak akan
mendatangkan apa-apa kecuali menambah kepedihan saja.
Kita boleh berharap agar kita bisa mendapatkan kenikmatan sebagaimana
yang telah diberikan Allah kepada orang lain, tapi jangan sekali-kali
menginginkan agar kenikmatan itu lenyap dari tangan orang lain.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...