Tuesday, December 13, 2011

Sejarah Singkat Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung
dirancang oleh seorang
arsitek asal negeri Belanda
yang bernama Van
Schouwenburg dengan biaya
sebesar Empat ratus ribu
Gulden. Museum ini kemudian
diresmikan pada 16 Mei 1929,
awalnya cuma digunakan
sebagai laboratorium dan
tempat penyimpanan hasil
penyelidikan geologi dan
pertambangan, selanjutnya
berkembang menjadi sarana
pendidikan, penyedia informasi
ilmu kebumian dan tempat
wisata.
Di awal perang kemerdekaan
sejumlah arsip penelitian
geologi di Indonesia pernah
sangat dicari-cari oleh NICA,
namun untungnya semua arsip
tersebut berhasil diungsikan
ke Bukittinggi. Tak hanya
arsip, fosil tengkorak manusia
purba pun berhasil
diselamatkan oleh seorang
pegawai museum dan sempat
dibawa keluar negeri oleh
seorang peneliti yang
bernama Prof Dr.GHR Von
Koeningswald, namun akhirnya
kembali dan disimpan di
Universitas Gajah Mada
Yogyakarta.
Di museum ini kini banyak
terdapat jenis batu-batuan,
fosil binatang purba, fosil
binatang laut bersel satu,
diorama, peta geologis,
peralatan tambang,
pengeboran minyak, proses
penyulingan minyak, hasil
penelitian geologi, vulkanologi
dan arsip ilmiah.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...